Scanner LJK: DMR, Scanner Pemeriksa Ujian

Tercepat, 12000 LJK Per Menit

Perusahaan OMR Asal Jepang Akui DMR Lebih Unggul

without comments

Mr. Kanbe (kiri), Mr. Mikami (tengah) dan Prof. Dr. Ir. Iping Supriana, DEA (kanan)

Mr. Kanbe (kiri), Mr. Mikami (tengah) dan Prof Iping Supriana (kanan)

DMR is very fast“, demikian komentar Mr. Kanbe, Presiden Direktur Education Software Co.,Ltd yang berpusat di Tokyo, Jepang. Kekaguman tersebut beliau nyatakan setelah melihat sendiri demo Digital Mark Reader (DMR) di Bandung pada 18 Oktober 2011 dengan kecepatan ekstraksi yang dapat mencapai 12000 lembar per menit.

Sebagai salah satu perusahaan terkemuka penyedia solusi OMR di Jepang, awalnya Education Software Co.,Ltd berniat untuk memasarkan produk OMR mereka ke Indonesia. Namun setelah melihat sendiri DMR dengan akurasi 100% dan segala kelebihannya, niat tersebut kemudian berubah. Education Software Co.,Ltd malah meminta izin kepada Codena sebagai prinsipal DMR untuk membawa DMR memasuki pasar Jepang.

Dalam kunjungan 3 harinya di Indonesia, selain mengunjungi PT Prisma Teknologi (Prismatek) di Jakarta dan Codena di Bandung, Mr. Kanbe juga melakukan kunjungan ke ITB untuk bertemu langsung dengan Prof. Dr. Ir. Iping Supriana, DEA sebagai Lead Developer DMR dan salah satu pemegang hak cipta dan trade mark DMR.

Dalam komunikasi berikutnya melalui e-mail, Mr. Kent Mikami yang mendampingi Mr. Kanbe saat kunjungan ke Indonesia kembali memuji DMR, “We felt the low level of technical capabilities of Japan while being impressed very much by DMR which you made“. Kemudian setelah mencoba mengoperasikan sendiri DMR saat kembali ke Jepang, ia kembali berkomentar, “We are very much surprised at the wonderful performance of DMR“. DMR varian baru akan segera hadir dalam menu berbahasa Jepang.

Written by admin

November 9th, 2011 at 4:14 pm

Posted in Jepang,Scanner LJK

Scanner DMR sebagai Alat Bantu Rekrutmen Karyawan

without comments

Setidaknya ada tiga perusahaan ternama yang mengadakan ujian rekrutmen dengan Digital Mark Reader (DMR) di bulan April 2011. Ketiga perusahaan tersebut adalah Jasindo, PUSRI dan Krakatau Steel.

PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) mengadakan ujian  seleksi rekrutmen di 15 kota dengan pemeriksaan dipusatkan di Jakarta. Jumlah peserta ribuan orang dan setiap peserta harus mengisi 2 lembar jawab komputer (LJK) berformat DMR. Uniknya, selain mencantumkan IPK, mereka juga perlu mencantumkan tinggi badan dan berat badan.

PT Pupuk Sriwidjaja (PUSRI) mengadakan ujian seleksi di 4 kota, salah satunya adalah di Bandung. Pemeriksaan ujian rekrutmen di Bandung dipusatkan di ITB dengan disaksikan oleh pengawas dari  PT PUSRI Palembang. Walaupun peserta rekrutmen di Bandung kurang dari 200 orang, pemeriksaan dengan bantuan scanner DMR perlu dilakukan karena terdapat 20 jenis kunci jawaban sesuai dengan jurusan dan pekerjaan yang dilamar. Dalam hitungan menit, hasil pemeriksaan yang telah diverifikasi kemudian dikirimkan melalui e-mail untuk diolah di Palembang dalam rangka pengumuman peserta seleksi yang lolos ke tahap berikutnya.

ITB juga pernah memberikan bantuan kepada PT Krakatau Steel dalam rekrutmen karyawan beberapa tahun lalu. Namun pada tahun 2011, PT Krakatau Steel telah mulai menggunakan unit scanner DMR miliknya sendiri untuk pemeriksaan rekrutmen. Selain tes biasa yang karakteristiknya hanya satu yang benar, DMR juga digunakan untuk pemeriksaan psikotes yang karakteristiknya berbeda, di mana jawaban peserta boleh lebih dari satu, misalnya IST, alat tes intelegensi dengan 9 subtes.

DMR telah terbukti memiliki kualitas dan layanan pendukung yang sangat baik. Hal tersebut dapat dilihat dari penggunanya yang kebanyakan dari lembaga maupun perusahaan ternama yang tentu sangat selektif dalam pemilihan produk yang digunakan, apalagi yang dapat mempengaruhi kualitas SDM yang dihasilkan.

Bila Anda membutuhkan DMR sebagai alat bantu rekrutmen khususnya dalam pemeriksaan LJK, tersedia pilihan beli maupun sewa. Silakan hubungi/SMS 08156219300 untuk info lebih lanjut. Dapatkan harga menarik yang bisa dinego.

Written by admin

May 6th, 2011 at 3:52 pm

Posted in Rekrutmen Karyawan

Mesin Opscan OMR Rusak, SMBB Telkom 2010 Gunakan DMR

without comments

Minggu, 4 Juli 2010 adalah hari pelaksanaan tes Ujian Tulis Gelombang II (UTG II) Seleksi Mahasiswa Baru Bersama Telkom (SMBB Telkom) Tahun Akademik 2010/2011 yang berada di bawah Yayasan Pendidikan Telkom (YPT) meliputi Institut Teknologi Telkom (IT Telkom), Institut Manajemen Telkom (IM Telkom), Politeknik Telkom, Telkom PDC (Professional Development Center) dan Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Indonesia Telkom (STISI Telkom).

Ujian tersebut dilaksanakan di 25 kota, yaitu Balikpapan, Banda Aceh, Bandar Lampung, Banjar Baru, Bandung, Bekasi, Bogor, Cilegon, Cirebon, Denpasar, Jakarta, Makassar, Medan, Purwakarta, Padang, Pekanbaru, Palembang, Pontianak, Purwokerto, Surabaya, Semarang, Surakarta, Tangerang, Tasikmalaya, dan Yogyakarta. Hasil ujian SMBB tersebut diperiksa di Bandung, sehari kemudian.

Berbeda dengan pemeriksaan ujian-ujian sebelumnya yang menggunakan scanner OMR Opscan, pemeriksaan UTG II SMBB Telkom tahun 2010 menggunakan 2 unit scanner Digital Mark Reader (DMR), yaitu 1 unit DMR Profesional Fujitsu dengan kecepatan 40 lembar per menit, dan 1 unit DMR Eksklusif Fujitsu dengan kecepatan 60 lembar per menit.

Pemeriksaan Lembar Jawab Komputer (LJK) berformat OMR tersebut tidak menjadi masalah bagi DMR yang mampu memeriksa berbagai format LJK. Sebanyak 8000 LJK diperiksa di kampus IT Telkom, dengan disaksikan oleh Ketua Panitia SMBB Telkom 2010, Drs. Danang Mursita, M.Si. dan Rektor IT Telkom, Ir. Ahmad Tri Hanuranto, M.T.

Pemeriksaan LJK UTG II SMBB Telkom 2010 berlangsung kurang dari 5 jam, dengan scanner DMR dioperasikan oleh panitia SMBB dengan didampingi tim teknis dari Codena, inventor & prinsipal DMR. Hambatan eksternal yang dihadapi adalah padamnya listrik selama beberapa puluh menit serta kurang berfungsinya baterai laptop yang digunakan untuk pemeriksaan LJK.

Pengumuman kelulusan UTG II SMBB Telkom 2010 telah dilaksanakan tanggal 15 Juli 2010 melalui situs web http://www.ittelkom.ac.id/smbb/

Pada pelaksanaan ujian tahun-tahun berikutnya panitia SMBB Telkom berniat akan menggunakan LJK format DMR yang biaya produksinya lebih hemat 80% daripada LJK format OMR.

Written by admin

July 17th, 2010 at 4:21 pm

Kemenakertrans Gunakan DMR untuk Formulir CPNS

without comments

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi sejak tahun 2005 telah menggunakan Digital Mark Reader (DMR) untuk rekrutmen pegawai negeri atau lebih dikenal sebagai seleksi CPNS. Selain digunakan sebagai lembar ujian, LJK DMR juga digunakan sebagai formulir pendaftaran berbentuk PDF yang dapat diunduh oleh pelamar, dicetak di printer, lalu diisi dan dikirimkan ke panitia CPNS bersamaan dengan berkas-berkas yang disyaratkan. Read the rest of this entry »

Written by admin

May 24th, 2010 at 6:29 pm

Sepucuk Testimoni Primagama Jogja

without comments

Assalamu alaikum,

Sekilas info, saya sekarang sudah mampu membuat template sendiri yang dapat digunakan untuk koreksi LJK OMR. Jadi, segala macam LJK OMR sudah bisa terbaca, Insya Allah.

Saya juga sudah memanfaatkan banyak fasilitas di Digital Mark Reader (DMR) yang kemarin belum banyak saya ketahui, ternyata enak dan mudah setelah sering diaplikasikan.

Untuk LJK silang, sekarang saya lebih mengandalkan DMR, karena lebih fleksibel mengatur thresholdnya.

Kesimpulannya, setelah menggunakan sebagian menu DMR yang sudah saya pahami, sekarang saya senang pake DMR.

Saya pengguna OMR dan DMR, dan sekarang saya bisa merasakan keunggulan DMR.

Terimakasih untuk supportnya.

Wassalamu ‘alaikum wr wb.

Sumber: e-mail dari Ibu Inung Bambang, Primagama Jogja, 27 Maret 2010

Written by admin

April 2nd, 2010 at 6:43 am

Sejak 2007 Scanner DMR Gantikan OMR di Unpar

without comments

Sejak lama, UNPAR telah menggunakan OMR – Scanner (opscan) untuk melakukan perekaman hasil ujian UTS/UAS, angket dan hasil USM. Dikarenakan umur opscan yang sudah cukup tua (9-10 tahun) menyebabkan biaya maintenance membengkak.

Selain itu, kertas OMR-nya harus dicetak dengan ukuran dan ketebalan yang presisi, ditambah lagi kertas-kertas OMR harus dikalibrasi terlebih dahulu oleh petugas BiTekInfo sebelum didistribusikan ke fakultas/unit. Proses kalibrasi LJK OMR tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama (15 lembar/menit). Software untuk mendesain kertas OMR untuk opscan di Unpar pun sudah tidak ada lagi.

Tahun 2007, Unpar diperkenalkan mesin dengan teknologi terbaru yaitu Digital Mark Reader (DMR) yang mempunyai kemampuan lebih daripada opscan. Kelebihannya antara lain adalah bisa menggunakan kertas HVS biasa (tidak perlu kertas khusus), format lembar jawaban mudah di-customize dan harganya relatif lebih murah.

Tujuan pengadaan DMR di Unpar adalah mengganti / menggeser fungsi OMR-scanner dengan DMR supaya bisa lebih efisien dan menghemat biaya operasional.

Sumber: www.unpar.ac.id

Written by admin

April 2nd, 2010 at 6:30 am

Seleksi CPNS Departemen Kehutanan (Pengguna DMR)

without comments

dephutBiro Kepegawaian Departemen Kehutanan tahun 2009 mengadakan seleksi CPNS dengan jumlah peserta tes tertulis sebanyak 21.264 orang. Dari jumlah peserta yang demikian banyak, yang akan diterima hanya 999 orang, jauh lebih banyak daripada tahun sebelumnya, hanya 340 orang.

Persaingan paling ketat per propinsi terjadi di DKI Jakarta dengan jumlah peserta 4.507 orang, disusul DI Yogyakarta dengan 3.144 orang, dan Jawa Tengah 2.073 orang.

Jumlah Lembar Jawab Komputer (LJK) yang harus diperiksa dari tes tertulis tahun 2009 diperkirakan sebanyak 85.056 lembar dan akan diperiksa dengan menggunakan scanner Fujitsu dan software Digital Mark Reader (DMR).

Written by admin

October 23rd, 2009 at 9:16 am

Scanner LJK pada Lembaga Diklat Guru Matematika

without comments

Saya bekerja pada sebuah lembaga diklat guru matematika. Pekerjaan saya berhubungan dengan evaluasi terselenggaranya diklat. Setiap bulan saya harus menyebarkan 3 jenis angket kuesioner kepada peserta diklat, kurang lebih masing-masing sebanyak 70 lembar. Masalah yang dihadapi adalah ketika tiba saatnya harus mengolah angket-angket tersebut.

Dengan cara manual saya harus menginput data satu per satu, pekerjaan dirasa sangat lama dan memang terlalu lama. Belum lagi tuntutan dari bagian lain yang akan segera menggunakan hasil olah angket tersebut untuk keperluan laporan. Untungnya kantor membeli perangkat scanner yang dilengkapi dengan program Digital Mark Reader (DMR).

Digital Mark Reader (DMR) merupakan aplikasi yang memungkinkan penggunaan scanner dokumen untuk pemeriksaan form LJK, psikotes, ujian, kuesioner dan entri data dengan teknologi pengenalan tanda. DMR terdiri atas dua aplikasi: DMR Editor (untuk membuat LJK) dan DMR Extractor (untuk memproses LJK).

Pengisian dengan cara bulatan penuh, crossmark (x) maupun checkmark (v) pada form hasil cetak maupun fotokopi dapat dibaca dengan akurat karena DMR memiliki teknologi Auto Sensitivity.

Penggunaan scanner LJK atau scanner kuesioner pada DMR tidak membutuhkan jenis kertas yang khusus, kertas HVS 80 gram hingga 100 gram dapat digunakan. Selain itu, form DMR dapat digandakan dengan mesin fotocopi yang dapat semakin menekan biaya operasional untuk cetak form.

DMR didukung oleh Technical Support dan Trainer yang telah berpengalaman dan tersebar di seluruh Indonesia sehingga dapat membantu Anda dalam penggunaan DMR dengan mudah dan cepat. Terlebih lagi di dalam paket penjualan juga disertakan video tutorial penggunaan DMR yang meliputi pembuatan LJK, bagaimana menggunakan scanner untuk scan LJK, scan ujian, scan keusioner, dan bagaimana cara memproses hasil dari scanner LJK tersebut.

Victor Deddy K
Pengguna DMR di P4TK Matematika Yogyakarta sejak awal 2008
Ditulis 12 September 2009
Sumber: http://vdekasia.blogspot.com/2009/09/bekerja-10-kali-lebih-cepat-dengan-dmr.html

Written by admin

October 6th, 2009 at 11:10 am

Scanner LJK di IKIP Mataram

without comments

Kami telah menggunakan produk DMR dan hasilnya memuaskan, digunakan untuk penerimaan mahasiswa baru dan penelitian.

Yayan Heryana, S.T.
Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP Mataram
Disampaikan pada tanggal 21 September 2009

Written by admin

October 5th, 2009 at 2:18 pm

Scanner LJK di Universitas Bakrie

without comments

Salam,

Kami sudah 2 tahun menggunakan produk DMR  untuk memeriksa hasil USM (Ujian Saringan Masuk) mahasiswa Universitas Bakrie, dan hasilnya sangat valid.

Kami menggunakan produk DMR agar lebih efisien untuk mengkoreksi puluhan ribu lembar jawaban calon mahasiswa.

Insan Harapan Harahap

______________________________________________

bakrie_schoolUniversitas Bakrie adalah nama baru dari Bakrie School of Management. Scanner LJK yang digunakan sejak beberapa tahun lalu di Universitas Bakrie adalah Digital Mark Reader (DMR). Testimoni pengguna DMR di atas diterima 10 September 2009 tanpa diedit, tanpa diminta, dan tanpa diberi imbalan. DMR benar-benar Scanner LJK yang dapat memuaskan penggunanya.

Written by admin

September 10th, 2009 at 4:16 pm